Diberdayakan oleh Blogger.

MAKALAH PENGEMBANGAN MATERI PAI


KATA PENGANTAR
 Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang meliputi pokok pembahasan “Pengertian, ruang lingkup,landasan hukum dan kegunaan materi PAI” tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT. dan tidak lepas dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalh ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk susunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.



                                                                                    Medan, 14 Maret 2013


                                                                                               
                                                                                                Pemakalah







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
BAB II
A.    Pengertian Materi PAI
B.     Ruang Lingkup Pembahasan Materi PAI
C.     Landasan-landasan hukum PAI
D.    Kegunaan Mempelajari Materi PAI
BAB III
            Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
















BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Belajar mengajar terutama dalam Pendidikan Agama Islam  adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Adapun interaksi yang bernilai edukatif tersebut terjadi dikarenakan kegiatan mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Segala sesuatu tersebut antara lain menyangkut metode pembelajaran yang digunakan, sumber pembelajaran, pendekatan, media/alat pembelajaran, sarana dan prasarana, evaluasi dan lain-lain. Dikatakan bahwa, “Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan”.
B.     Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan materi pendidikan isalam ?
  2. Bagaimana ruang lingkup materi pendidikan islam ?
  3. Apa landasan hukum materi pendidikan islam ?
  4. Apa kegunaan dari materi pendidikan islam ?
C.     Tujuan
Adapun tujuan pemakalah dalam penulisan makalah ini adalah supaya kita mengetahui apa-apa saja ruang lingkup, landasan hukum, dan kegunaan dari pembelajaran materi pendidikan islam tersebut.







BAB II
PEMBAHAASAN
A.    Pengertian Materi PAI
Untuk mengetahui pengertian dari materi PAI maka kita akan melihat satu persatu-satu dari kata tersebut.
Yang pertama kita akan melihat pengertian materi, Materi atau bahan pelajaran atau yang dikenal dengan materi pokok merupakan subtansi yang akan diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar.Materi pokok adalah materi pelajaran bidang studi dipegang atau diajarkanoleh guru.Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung padakeberhasilan guru merancang materi pembelajaran. Materi Pembelajaran padahakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saatKegiatan Pembelajaran. Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yangharus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yangditetapkan.Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting darikeseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaanpembelajaran dapat mencapai sasaran.Sasaran tersebut harus sesuai denganStandar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh pesertadidik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaranhendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standarkompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator .[1]
            Setelah melihat pengertian materi, sekarang kita akan memaparkan pengertian dari ilmu pendidikan agama islam (PAI). Agama adalah risalah yang disampaikan Tuhan kepada Nabi sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusiadalam penyelenggaraan tata cara hidup yang nyata serta mengatur hubungan dengan tanggung jawab kepada Allah dan masyarakat sekitarnya[2]. Dan pendidikan agama islam dapat diartikan sebagai program yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memehami, menghayati hingga mengimani ajaran Islam serta diikuti tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan dengan kerukunan antara umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.[3]
            Setelah melihat kedua pengertian diatas maka dapat kita simpulkan bahwa materi PAI adalah materi pelajaran atau materi pokok bidang studi islam yang lakukan secara terencana guna  menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memehami, menghayati, mengimani, mengamalkan ajaran Islam dan berakhlak secara islam serta diikuti tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan dengan kerukunan antara umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.
B.     Ruang Lingkup Pembahasan Materi PAI
Pendidikan islam adalah pendidikan yang merujuk kepada nilai-nilai ajaran islam, yang menjadikan al-Qur’an dan sunnah sebagai rujukan dan sumber material pendidikan.[4]
Pendidikan agama berorientasi kepada pembentukan efektif yaitu pembentukan sikap mental peserta didik kearah penumbuhan kesadaran beragama, efektif adalah masalah yang berkenaan dengan emosi (kejiwaan)  yang terkait dengan suka, benci, simpati antipasti dan lain sebagainya beragama bukan hanya pada kawasan pemikiran tetapi juga memasuki kawasan rasa[5]
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan ketiga hubungan manusia dengan dirinya sendiri, serta hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam juga identik dengan aspek-aspek Pengajaran Agama Islam karena materi yang terkandung didalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya
            Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup Pendidikan Agama
Islam yang umum dilaksanakan di sekolah adalah :

a. Pengajaran keimanan
Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang aspek kepercayaan, dalam hal ini tentunya kepercayaan menurut ajaran Islam, inti dari pengajaran ini adalah tentang rukun Islam.
b. Pengajaran akhlak
Pengajaran akhlak adalah bentuk pengajaran yang mengarah pada pembentukan jiwa, cara bersikap individu pada kehidupannya, pengajaran ini berarti proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan supaya yang diajarkan berakhlak baik.
c. Pengajaran ibadah
Pengajaran ibadah adalah pengajaran tentang segala bentuk ibadah dan tata cara pelaksanaannya, tujuan dari pengajaran ini agar siswa mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar. Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan pelaksanaan ibadah.
d. Pengajaran fiqih
Pengajaran fiqih adalah pengajaran yang isinya menyampaikan materi tentang segala bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber pada Al-Quran, sunnah, dan dalil-dalil syar'i yang lain. Tujuan pengajaran ini adalah agar siswa mengetahui dan mengerti tentang hukum-hukum Islam dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
e. Pengajaran Al-Quran
Pengajaran Al-Quran adalah pengajaran yang bertujuan agar siswa dapat membaca Al-Quran dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat Al-Quran.Akan tetapi dalam prakteknya hanya ayat-ayat tertentu yang di masukkan dalam materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya.
f. Pengajaran sejarah Islam
Tujuan pengajaran dari sejarah Islam ini adalah agar siswa dapat mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga siswa dapat mengenal dan mencintai agama Islam[6]
C.     Landasan-landasan hukum Materi PAI
Pendidikan agama islam dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik meyakini memahami dan mengamalkan ajaran agama islam. pendidikan tersebut melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah di tentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan pendidikan agama islam mempunyai dasar yang sangat kuat, dasar tersebut ditinjau dari beberapa aspek:
1.      Dasar Yuridis
Dasar pendidikan agama berasal dari perundang-undangan yang secara tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan dalam melaksanakan pendidikan agama islam di sekolah secara formal. Dasar Yuridis tersebut terdiri atas
a.       Dasar filosof
Dasar filosofinya yaitu dasar falsafah negara pancasila, sila pertama: ketuhanan yang Maha Esa[7]
b.      Dasar structural atau konstitusional
yaitu UUD 1945 dalam bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2, yang berbunyi: 1) negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa; 2) negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk kepercayaan agama masing-masing dan beriadah menurut agama dan kepercayaannya itu.
c.       Dasar operasional
Dasar oprasional yaitu terdapat dalam Tap. MPR No.IV/MPR/1973 yang kemudian dikokohkan dalam Tap.MPR No.IV/MPR/1978.Ketetapan MPR No.II/MPR/1983, diperkuat oleh Tap.MPR No.II/MPR/1988 dan Tap.MPR No. II/MPR/1993 tetang Garis Besar Haluan Negara yang pada pokoknya menyatakan bahwa pelaksanaan pendidikan agama secara langsung dimaksudkan dalam kurikulum sekolah-sekolah formal, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi
2.      Dasar Religius
Dasar religious adalah dasar yang bersumber dari ajaran islam. menurut ajaran islam pendidikn agama adalah perintah perintah Tuhan dan merupakan perwujudan ibadah kepada-Nya. Dalam al-qur’an banyak ayat yang menunjukkan perintah tersebut, antara lain:
a.       Al-Qura’an surah an-Nal 125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.
b.      Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 104
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.
Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
c.       Al-Qu’an  surah mujadilah ayat 58 : yang artinya Allah akan meninggikan orang-orang yang berilmu hingga beberapa derajat
d.      Sunnah rasul : sampaikan ajaran kepada orng lain walaupun hanya sedikit saja.
3.      Dasar Psikologis
Dasar psikologis yaitu yang berhubungan dengan aspek kejiwaan kehidupan bermasyarakat.Hal ini didasarkan bahwa dalaam kehidupannya, manusia baik secara kelompok maupun individu maupun sebagai anggota masyarakat dihadapkan pada hal-hal yang membuat hatinya tidak tenang dan tidak tentram akibat dari rasa frustasi (tekanan perasaan), konflik (adanya pertentangan batin) dan kecemasan sehingga memelukan adanya pegangan hidup (agama). Kebutuhan agama sangat erat hubungannya dengan usaha manusia untuk menciptakan hidup bahagia, sebab banyak sekali kenyataan-kenyataan yang qita lihat, misalnya seseorang yang dalam segi kehidupn materialnya terpenuhi, tetapi tidak diimbangi dengan kesiapan mental yang cukup, maka hal tersebut akan menambah beban kehidupan belaka atau sebaliknya. Oleh sebab itu kondisi manusia pada hakikatnya menuntut agar semua kebutuhan-kebutuhan itu dapat dipenuhi dalam rangka mewujudkan hidup yang harmonis, dan bahagia termasuk juga kebutuhan rohani seseorang terhadap agama, untuk membuat hati tenang dan tentram ialah dengan jalan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al- Ra’du ayat 28, yang artinya : ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.[8]
D.    Kegunaan mempelajari materi PAI
Dirjen Dikti Depdikbud lewatsurat yang dikeluarkannya: No.25/DIKTI/KEEP/1985, menjelaskan tentang tujuan pendidikan agama diperguruan tinggi adalah menghasikan warga negara yang menjadi sarjan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesui dengan sarjana agama dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain. [9]
Adapun kegunaan mempelajari PAI adalah sebagai bberikut:
1.      Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman dalam memahami islam atau pemahaman islam yang sesat, hal ini sangat penting sbab islam memiliki cakupan yang sngat luas. Islam itu sebuah system dan tata ketentuan Ilahi yang mengatur berbagai aspek hidup dan kehidupan manusia baik, baik antar hubungan manusia dengan Tuhan-Nya maupun hubungan  manusia dengan sesame manusia maupun hubungan manusia dengan Alam
2.      Untuk memberikan petunjuk cara-cara memahami islam secara tepat, benar, sistematis, teraraah,efektif, efesien dan membawa orang untuk mengikuti kehendak agama, bukan sebalikknya agama yang mengikuti kehendak masing-masing orang.  Dengan cara demikian akan dapat diketahui hubungan yang terdapat dalam berbagai pengetahuan yang ada dalam islam yang dipelajari, metode ini tak obahnya seperti orang berjalan, seorang yang lumpuh sebelah kakinya dan tidak dapat berjalan secara cepat, tetapi memilih jalan yang benar akan mencapai tujuannya lebih cepat jik adibandingkan dengan seseorang yang sehst mampu berlari tetapi memilih jalan yang terjal lagi belok-belok. Hal ini memperlihatkan arti pentingnya metode dalam melaksanakan sesuatu kegiatan. Metode yang tepat adalah suatu hal yang pertama yang harus diusahakaan untuk diketahui dalam berbagai cabang atau disiplin ilmu pengetahuan.
3.      Penguasaan metode yang tepat akan menjadikan seseorang dapat mengembangkan ilmu yang dimilikinya. Sebaliknya orang yang tidak menguasai metode hanya akan menjadi konsumen ilmu semata, tidak akan dapat memproduksi suatu ilmu. Untuk itu masalah metode ini perlu mendapatkan perhatian yang memadai dari semua pihak yang terlibat dalam proses mengajar.
Sejalan dengan tuntutan masyrakat modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu dan teknologi, menjadi suatu keharusan bagi pendidik agama memiliki modal pemahaman dan penguraian ajaran agama yang lebih menarik, modern, elstis dan fleksibel serta tidak menyampaikan ajaran agama secara doktrinern dan rigid (kaku). Masayrakat sekarang membutuhkan pegangan hidup (way of life) yang dapat mengamankan dirinya dari hempasan gelombang ehidupan yang kian dahsyat, oleh karena itu perlu cara yang lebih canggih dalam menyajikan ajaran agama kepada peserta didik, antara lin bagaimana membuat peserta didik mengerti arti pentingny agama bagi kehidupan dan merasa senang melaksanakan ajaran agama secaara total, senang melaksanakan shalat, senang  melaksanakan hukum-hukum islam dan seterunya.[10]

BAB III
PENUTUP
Yang pertama kita akan melihat pengertian materi,  Materi atau bahan pelajaran atau yang dikenal dengan materi pokok merupakan subtansi yang akan diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar.Materi pokok adalah materi pelajaran bidang studi dipegang atau diajarkanoleh guru.
Pendidikan agama berorientasi kepada pembentukan efektif yaitu pembentukan sikap mental peserta didik kearah penumbuhan kesadaran beragama, efektif adalah masalah yang berkenaan dengan emosi (kejiwaan)  yang terkait dengan suka, benci, simpati antipasti dan lain sebagainya beragama bukan hanya pada kawasan pemikiran tetapi juga memasuki kawasan rasa
Pendidikan agama islam dilakukan untuk mempersiapkan peserta didik meyakini memahami dan mengamalkan ajaran agama islam. pendidikan tersebut melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah di tentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sehingga materi PAI ini dapat dilaksanakan dan digunakan dengan baik.


                                                                                                                       










DAFTAR PUSTAKA
Alim Muhammad, Pendidikan Agama Islam ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006)
Ahmadi Abu dan Noor Salimi, Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara. 1991
Basuki dan Ulum, M.Miftahul, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam. Ponorogo STAIN Po Press,2007.
Puta Haidar Dasulay, Dinamika Pendidikan Agama Islam. Bandung: Citapustaka Media 2004
Saebani Ahmad Beni dan Akhdiyat Hendra, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia, 2009)








[2]Ahmadi Abu dan Noor Salimi, Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara. 1991. Hal:4
[3] Alim Muhammad,Pendidikan Agama Islam(Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2006) hal 6
[4] Saebani Ahmad Beni dan Akhdiyat Hendra, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung:CV Pustaka Setia, 2009) hal 46
[5] Putra Haidar Daulay, Dinamika Pendidikan Islam(Bandung: citapustaka media,2004) hal 155
[7]Op.Cid, hal155
[8] Ibid Alim Muhammad, hal 5
[9] Puta Haidar Dasulay, Dinamika Pendidikan Agama Islam.Citapustaka Media, Bandung 2004, hal 156
[10] Alim Muhammad, Pendidikan Agama Islam ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006) hal 18

Tidak ada komentar